Latest Reviews

Inilah 8 Alasan Untuk Gunakan Baking Soda Untuk Kulit Indah Dan Rambut , JANGAN LUPA DI SHARE :D

Menggunakan obat buatan sendiri yang tepat dapat membantu Anda mencapai keindahan keseluruhan. Sungguh menakjubkan bahwa hanya satu bahan dapat memberikan Anda rambut yang indah, theeth dan kulit, dan bahan ini baking soda.


Hal ini umumnya diketahui bahwa baking soda adalah produk kecantikan yang paling murah yang bisa digunakan untuk terlihat cantik, dan itu adalah bahan yang paling umum di dapur. Dalam rangka untuk menyingkirkan infeksi kulit dan untuk menghilangkan kotoran menumpuk di kulit, Anda harus menggunakan baking soda karena terkenal dengan antibakteri dan sifat penyembuhan.



Berikut adalah beberapa obat buatan sendiri yang menakjubkan dari baking soda yang akan membantu Anda untuk memiliki kulit yang lebih sehat, rambut dan gigi.

 1. Baking Soda Rambut treatme nt

Mencoba metode ini untuk menjaga rambut Anda bersih dan sehat. Menggunakan baking soda perawatan rambut akan membantu Anda menyingkirkan rambut berminyak.

Hal yang Anda butuhkan:

Shampoo - 2 sdm
Baking soda- 2 sdm
Proses:

Masukan 1 sdm baking soda dalam mangkuk kecil.
Tambahkan 2 sdm sampo biasa untuk itu.
Mencampur dua bahan dengan baik dan menerapkan campuran pada kulit kepala Anda. dan rambut menggunakan jari Anda.
Pijat kulit kepala dengan baik dan kemudian memungkinkan untuk tetap fo 10 menit.
Cuci rambut Anda dengan air hangat dan sampo biasa
Setelah proses tersebut, rambut Anda akan terlihat segar dan bersih. Untuk tetap bersih, menggunakan obat ini sekali dalam seminggu.
2. Baking Soda UNTUK Teeth Whitening

Dengan menggunakan baking soda Anda akan mendapatkan theeth putih berkilau. Untuk memutihkan theeth Anda dalam waktu singkat, menggunakan obat ini seperti yang diberikan di bawah ini.

Hal yang Anda butuhkan:

Air 2-3 sdm
Sebuah garam sejumput od
1 sdm baking soda
Proses:

Dalam 2-3 sendok makan air tambahkan 1 sdm baking soda.
Dalam campuran menambahkan sedikit garam dan membuat pasta tebal itu
Lembut menghapus noda pada theeth Anda dengan menyikat mereka dengan pasta kental.
Untuk mendapatkan theeth putih, menggunakan solusi ini dua kali seminggu dan juga menyingkirkan bau mulut.
3. Gunakan Baking Soda Untuk Dapatkan Lembut Tangan

Baking soda akan membantu Anda mendapatkan kuku mengkilap dan tangan lembut. Hanya menerapkan kombinasi air dan baking soda untuk beberapa waktu di tangan Anda dan kuku. Setelah 5 menit, bersihkan kulit dengan kain basah. Ulangi proses ini dua kali seminggu untuk mendapatkan tangan lembut.

 4. Baking soda untuk pengelupasan kulit

Baking soda adalah solusi terbaik jika Anda ingin Ged menyingkirkan kulit mati dari wajah Anda. Obat ini akan membuat Anda terlihat segar dengan menghapus lembut sel kulit mati dan akumulasi kotoran dari kulit.

Hal yang Anda butuhkan:

Air 1 sdm
Baking soda 2 sdm
Proses:

Tambahkan air dalam baking soda dan membuat pasta kental.
Oleskan campuran tersebut pada kulit Anda dan pijat itu dalam gerakan melingkar
Cuci kulit setelah 2 menit dengan air dan menerapkan pelembab pada kulit Anda.
Untuk menjaga kulit Anda bersih dan jelas, ulangi obat ini seminggu sekali.
 5. Melembabkan siku dan lutut Dengan Baking Soda

Dengan menggunakan baking soda, kulit kasar dan kering dapat diobati dengan benar. Bagian terburuk dari kulit kita adalah pada siku dan lutut kita. Hal ini penting untuk menjaga ini bagian dari kulit kita terhidrasi sepanjang waktu. Tambahkan 1 sdm baking soda untuk pelembab sebelum mengaplikasikannya pada kulit. Dengan cara ini, kulit ini akan terhidrasi untuk waktu yang lama dan itu akan menjadi sangat lembut.

 6. Baking Soda Untuk kaki Lelah

Gunakan baking soda untuk memperlakukanku kaki Anda dan Anda akan merasa santai. Menggunakan obat ini setelah hari yang menegangkan wil mendapatkan sebuah felief instan.

Hal yang Anda butuhkan:

3-sdm baking soda
1 gelas air
Proses:

Tambahkan 3 sdm baking soda ke dalam 1 gelas air
Rendam kaki Anda selama 10 menit dalam larutan
Setelah itu, cuci air hangat kaki Anda engan
Hanya dalam beberapa menit Anda akan merasa segar dan stres gratis.
 7. Baking Soda Untuk Scent Lebih Baik

Baking soda adalah parfum cukup efisien yang dapat Anda gunakan untuk mendapatkan bau pleasent di sekitar Anda

Hal yang Anda butuhkan:

Air-satu bak mandi penuh
½ baking soda
Proses:

Dalam mandi penuh pengaya air ½ baking soda
Mencampurnya dengan baik dengan tangan sidik dan aduk hingga
Rendam tubuh Anda dalam air selama 10 menit dan tepuk itu kering
Ini akan membantu Anda untuk menyingkirkan smeel unpleasent dan meringankan kulit hitam di bawah lengan
 8. Baking Soda Untuk Jerawat

Solusi sempurna untuk masalah kulit seperti jerawat, jerawat dan kheads hitam baking soda. Proses ini dengan baking soda untuk mengobati jerawat sangat sederhana hanya ikuti langkah-langkah di bawah ini.

Menipiskan yang Anda butuhkan:

1-2 bola kapas
jus lemon 1 sdm
2 sdm baking soda      
Proses:  

Dalam dua sdm baking soda tambahkan 1 sdm jus lemon
Mencampur dua bahan dengan baik dan rendam bola kapas
Terapkan solusi dengan balss kapas pada daerah yang terkena
Biarkan tetap lebih malam dan mencuci muka di pagi hari
Terapkan solusi ini secara teratur dan akan memberikan bantuan dari jerawat dan kulit yang halus.

Sekarang ketika Anda tahu bagaimana menggunakan baking soda untuk mendapatkan rambut sehat, kulit dan theeth, menggunakan obat ini secara teratur agar tetap dan memiliki kulit yang indah dan rambut.

0 komentar:

Surat Anak Medan Buat AHOK, Isi Suratnya Lucu Sekali, Logat Batak HAHAHA NGAKAK !

Siapapun yang baca isi surat terbuka anak medan buat Ahok pasti akan tertawa lucu, isi suratnya yang lucu dengan tulisan langsung seperti logat medan Kali..


Inilah isi suratnya, silahkanlah kau baca sendiri ..
( Membaca dengan logat batakk yaa ! )

Bang Ahok! Sehat kau bang??
Bagus tekanan darah kau?


















Kutengok yang banyak kalilah lawan kau di jakarta sana bah.
Sampe sampe ketua dan wakil lembaga besar dki lebih banyak kerjanya melawan kau daripada tugas pokoknya.

Ada lagi orang orang yang ngakunya beriman tapi gayanya preman ikut ikutan pula melawan kau.
Kurasa jago kungfu juga kau yaa.. sampek keroyokan orang itu… ga ada yang berani tunggal..

Mantan menteri berkumis itu pun sampe darah tinggian nengok kau bang.
Group Pemeriksa keuanganpun udah ngotot kali bilang kau terlibat korupsi..
Ntah apa apalah kerja orang itu..
masa gara gara kau bilang “Taik” aja sama orang itu udah diserang kau.. kalok di medan, aimak! ntah apa apapun bahasanya..
ga usahlah kukasih tau sama kau apa aja cakap orang medan disini..
semua isi kebun binatang disebut.. ga adanya heboh kali kayak di dki itu.

Itulah bang kalo di dki, ga ada yang berani ‘wan de wan’ atau satu lawan satu lawan kau..
cemanalah disana tawuran ajanya beraninya.. makanya kreak kalii..
Udahlah bang, kau cabut aja dari dki sana.. ke medan aja kau..

Akupun bang, sampek pulang ke medan aku biar tau kau.
Bukan karna ga berani aku sama orang jakarta itu..
babi aja yang jelek dan makan taik ku makan, apalagilah orang itu..
 Udah ganteng ganteng makan nasinya orang itu.. 
ga perlu takut awak. Tapi itulah..
orang sana beraninya keroyokan.. semutpun kalok keroyokan capek awak lawannya..
masak air panas dulu kan.. baru awak siramkan..

Kek mana kalok ke medan aja kau bang..??
Gubernur kami lagi ga ada.. ntah kemana pun dia sporing..
ga usah takut kau bang.. di sumut banyak cina kapir..
banyak kristen disini.. orang batak banyak kalilah..
banyakpun islam disini ga urus kali orang itu sama agama orang lain..
yang penting bagus ditengoknya haa cocoklah itu..
Kok nggak maen maenlah dulu kau kesini..

Kau bantu dulu kami, biar bagus sikit medan ini.

Ga usah bertahan kali kau di jakarta sana.. di medan makanannya mantap kali bang..
nasi padang di medan paling enak..
masakan khas batak disinilah pusatnya.. pakek andeliman itu.. sodap kalii.. tiap ari motong bang.

Pecal lele sama ayam penyet jakarta pun udah beserak di medan. Amanlah kau makan..
Kalok datang kau nanti kau sms lah aku.. biar kujemput kau di terminal yaa..
jadi anak medan aja abang.

Horass bang Ahok.

Cocok ko rasa?? Hahahaha…

0 komentar:

Pendapat Ahok Soal Kasus Hina Simbol Negara Oleh Zaskia Gotik

Penghinaan terhadap lambang Pancasila dan hari jadi proklamasi yang dilakukan pedangdut Zaskia Gotik kian menyedot perhatian masyarakat.

Kasus ini terus berbuntut panjang. Banyak yang melaporkan Zaskia ke pihak berwajib akibat tindakannya dianggap mencoreng dan menyakiti masyarakat Indonesia.

Melihat kondisi itu, Gubernur DKI Jakarta, Ahok ikut angkat bicara. Menurut dia apa yang dilakukan Zaskia bukan suatu hal yang perlu dilebih-lebihkan.


Ahok mengatakan, setiap orang memandang hal itu lelucon atau tidak itu relatif. Tergantung situasi dan kondisi orang yang mendengar.

“Menurut saya harus membedakan, ketika seseorang membuat sebuah mainan atau lelucon, sama aja yang nyebarin Pancasila diubah-ubah, ketuhanan yang maha esa diganti jadi keuangan yang maha esa. Waktu itu enggak ada yang ribut kok”.

“Makanya relatif Anda mandangnya seperti apa. Tergantung, Anda sensi atau tidak. Tergantung sensi sampai di mana,” ujar Ahok saat ditemui di Djakarta Theater, Jumat 18 maret 2016.

Lanjut Ahok, menurutnya apa yang dilakukan Zaskia masih dalam batas kewajaran, bukan sesuatu yang hatus dibesar-besarkan.

“Ya harusnya ditegur aja kalau kita merasa itu suatu pelanggaran. Tapi untuk menghina negara, pernah nonton film Hollywood atau Inggris? Ratu Elizabeth pun dimainin Mr. Bean. Diputer di bioskop, sampai ratunya dimainin digaplok-gaplok. Itu mereka enggak pernah menganggap itu menghina kepala negara,” ujarnya.

“Kalau saya orangnya jujur aja, saya enggak gitu pusing soal simbol,” ujar Ahok

Menurut Ahok, lebih penting itu menilai diri sendiri seperti apa. Tidak korupsi, tidak menerima suap. Daripada sibuk mengurusi persoalan simbol-simbol negara.

“Bagi saya jauh lebih penting kamu seorang patriot sejati dengan tidak korupsi dan taat konstitusi. Itu jauh lebih berarti daripada Anda mempersoalkan simbol-simbol. Seolah-olah kamu sangat nasionalis,” tutupnya.

0 komentar:

Tradisi Perayaan Ceng Beng, Sembahyang Kubur Leluhur Tionghoa

Setiap tanggal 5 April, menurut tradisi Tionghoa, adalah hari Cheng Beng (Mandarin: Qingming). Di mana menurut tradisi Tionghoa, orang akan beramai-ramai pergi ke tempat pemakaman orang tua atau para leluhurnya untuk melakukan upacara penghormatan. Biasanya upacara penghormatan ini dilakukan dengan berbagai jenis, misalnya saja membersihkan kuburan, menebarkan kertas sampai dengan membakar kertas yang sering dikenal dengan Gincua (mandarin:Yinzhi=kertas perak).


Cheng beng adalah salah satu dari 24 Jieqi yang ditentukan berdasarkan posisi bumi terhadap matahari. Pada Kalender Gregorian AWAL (bukan akhir!) Cheng beng jatuh pada tanggal 5 April atau 4 April. Bila kita artikan kata Cheng beng, maka Cheng berarti cerah dan Beng artinya terang sehingga bila digabungkan maka Chengbeng berarti terang dan cerah. Saat Chengbeng ideal untuk berziarah dan membersihkan makam karena cuaca yang bagus (cuaca cerah, langit terang). Apalagi pada jaman dahulu lokasi pemakaman cukup jauh dari tempat pemukiman.

Bahkan bila ada orang yang tinggal jauh dari kampung halamannya,mereka akan berusaha untuk pulang ke kampung halamannya,khusus untuk melakukan upacara penghormatan para leluhur.




Sejarah Cheng Beng

Sejarah Cheng beng dimulai sejak dulu kala dan sulit dilacak kapan dimulainya. Pada dinasti Zhou, awalnya tradisi ini merupakan suatu upacara yang berhubungan dengan musim dan pertanian serta pertanda berakhirnya hawa dingin (bukan cuaca) dan dimulainya hawa panas.

Ada sebuah syair yang menggambarkan bagaimana cheng beng itu yaitu:
“Sehari sebelum cheng beng tidak ada api” atau yang sering disebut Hanshijie (han: dingin, shi:makanan, jie: perayaan/festival).Hanshijie adalah hari untuk memperingati Jie Zitui yang tewas terbakar di gunung Mianshan. Jin Wengong (raja muda negara Jin pada periode Chunqiu akhir dinasti Zhou) memerintahkan rakyat untuk tidak menyalakan api pada hari tewasnya Jie Zitui. Semua makanan dimakan dalam kondisi dingin, sehingga disebut perayaan makanan dingin.

Chengbeng lebih tepat jika dikatakan terjadi pada tengah musim semi. Pertengahan musim semi (Chunfen) sendiri jatuh pada tanggal 21 Maret, sedangkan awal musim panas (Lixia) jatuh pada tanggal 6 Mei. Sejak jaman dahulu hari cheng beng ini adalah hari untuk menghormati leluhur.

Pada dinasti Tang, hari cheng beng ditetapkan sebagai hari wajib untuk para pejabat untuk menghormati para leluhur yang telah meninggal, dengan mengimplementasikannya berupa membersihkan kuburan para leluhur, sembahyang dan lain-lain.

Di dinasti Tang ini, implementasi hari cheng beng hampir sama dengan kegiatan sekarang, misalnya seperti membakar uang-uangan, menggantung lembaran kertas pada pohon Liu, sembayang dan membersihkan kuburan.Yang hilang adalah menggantung lembaran kertas, yang sebagai gantinya lembaran kertas itu ditaruh di atas kuburan. Kebiasaan lainnya adalah bermain layang-layang, makan telur, melukis telur dan mengukir kulit telur. Permainan layang-layang dilakukan pada saat Chengbeng karena selain cuaca yang cerah dan langit yang terang,kondisi angin sangat ideal untuk bermain layang-layang. Sedangkan pohon Liu dihubungkan dengan Jie Zitui, karena Jie Zitui tewas terbakar di bawah pohon liu.

Pada dinasti Song (960-1279) dimulai kebiasaan menggantungkan gambar burung walet yang terbuat tepung dan buah pohon liu di depan pintu. Gambar ini disebut burung walet Zitui. Kebiasaan orang-orang Tionghoa yang menaruh untaian kertas panjang di kuburan dan menaruh kertas di atas batu nisan itu dimulai sejak dinasti Ming.

Menurut cerita rakyat yang beredar, kebiasaan seperti itu atas suruhan Zhu Yuanzhang, kaisar pendiri dinasti Ming,untuk mencari kuburan ayahnya. Dikarenakan tidak tahu letaknya, ia menyuruh seluruh rakyat untuk menaruh kertas di batu nisan leluhurnya. Rakyatpun mematuhi perintah tersebut, lalu ia mencari kuburan ayahnya yang batu nisannya tidak ada kertas dan ia menemukannya.

Kenapa pada hari cheng beng itu harus membersihkan kuburan?

Itu berkaitan dengan tumbuhnya semak belukar yang dikawatirkan akar-akarnya akan merusak tanah kuburan tersebut. Juga binatang-binatang akan bersarang di semak tersebut sehingga dapat merusak kuburan itu juga.Dikarenakan saat itu cuaca mulai menghangat, maka hari itu dianggap hari yang cocok untuk membersihkan kuburan. Selain cerita di atas, ada pula tradisi dimana jika orang yang merantau itu ketika pulang pada saat cheng beng, orang itu akan mengambil tanah tempat lahirnya dan menaruh di kantong merah. Ketika orang tersebut tiba lagi di tanah tempat ia merantau, ia akan menorehkan tanah tersebut ke alas kakinya sebagai perlambang bahwa ia tetap menginjak tanah leluhurnya.

Dhamma, antara tradisi dan ajaran Sejak lahirnya apa yang disebut ‘agama Buddha’ dari ribuan tahun yang lalu sampai sekarang, sudah berkembang dan bercampur dengan tradisi setempat,sehingga sulit dikatakan mana yang ‘benar-benar’ ajaran Sang Buddha dan mana yang bukan.

Banyak orang Tionghoa masih melakukan tradisi secara turun menurun seperti Cheng Beng. Dengan menyadari hal ini, kita dituntut kebijaksanaan kita agar dapat membedakan mana yang sebenarnya tradisi dan mana yang Ajaran Buddha. Tetapi juga tidak salah kita tetap menjalankan tradisi, yang penting kita harus tahu dan memilah-milah antara tradisi dan agama Buddha. Sang Buddha sendiri tidak menolak bila kita mempertahankan tradisi yang sudah ada sejak turun menurun, yang penting kita jalankan adalah untuk kebaikan satu dan banyak orang.

Di dalam Sigalovada Sutta juga, Buddha sudah menjelaskan tentang kewajiban orang tua. Namun disamping itu,dijelaskan pula tentang kewajiban dari anak.Salah satu cara menghormati leluhur adalah dengan cara menjaga nama baik keluarga bahkan kalau bisa semakin mengharumkan nama keluarga dan juga mengatur pelimpahan jasa kepada sanak keluarga yang telah meninggal.

Nah, itu semua kembali tergantung kepada diri kita sendiri bagaimana kita menjalankannya.

“Sampah menjadi Emas, Emas menjadi Cinta Kasih”

“Orang yang mempunyai kedua tangan tetapi malas, mabuk-mabukan, merugikan orang lain tidak lebih baik dari orang yang tidak mempunyai tangan”

“Untuk menghapus malapetaka di dunia, harus dimulai dari memperbaiki kondisi hati manusia.”

http://asikqq.org/?ref=671402

0 komentar:

Basuki Tjahaja Purnama


Ir.
Basuki Tjahaja Purnama
M.M.
Gubernur DKI Jakarta ke-17
Petahana
Mulai menjabat
16 Oktober 2014
(Pelaksana Tugas hingga 19 November 2014)
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
WakilDjarot Saiful Hidayat
Didahului olehJoko Widodo
Gubernur DKI Jakarta
Pelaksana Tugas
Masa jabatan
1 Juni 2014 – 22 Juli 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Didahului olehJoko Widodo
Digantikan olehJoko Widodo
Wakil Gubernur DKI Jakarta
Masa jabatan
15 Oktober 2012 – 16 Oktober 2014
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
GubernurJoko Widodo
Didahului olehPrijanto
Digantikan olehDjarot Saiful Hidayat
Bupati Belitung Timur ke-1
Masa jabatan
3 Agustus 2005 – 22 Desember 2006
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
GubernurHudarni Rani
WakilKhairul Effendi
Didahului olehUsman Saleh
(Pejabat Bupati)
Digantikan olehAMB. Suwargo HS.
(Pelaksana Tugas Bupati)
Informasi pribadi
Lahir29 Juni 1966 (umur 49)
Bendera Indonesia ManggarBelitung Timur
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Partai politikAynkyj1CUAI2jb0.jpg PPIB (2004–08)
Logo GOLKAR.jpg P. Golkar (2008–12)
Gerindra.jpg P. Gerindra (2012–14)
Suami/istriVeronica Tan, S.T.
AnakNicholas Sean (. 1998)
Nathania (l. 2001)
Daud Albeenner (l. 2006)
Alma materUniversitas Trisakti
ProfesiInsinyur
Politikus
AgamaKristen Protestan
Tanda tangan
Media sosial
Situs webahok.org
Basuki Tjahaja Purnama (EYDBasuki Cahaya Purnamanama TionghoaZhōng Wànxué / 鍾萬學[1], lahir di ManggarBelitung Timur29 Juni 1966; umur 49 tahun), atau paling dikenal dengan panggilan Hakka Ahok (阿學), adalah Gubernur DKI Jakarta yang menjabat sejak 19 November 2014.
Pada 14 November 2014, ia diumumkan secara resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta pengganti Joko Widodo, melalui rapat paripurna istimewa di Gedung DPRD DKI Jakarta[2]. Basuki resmi dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta oleh Presiden Joko Widodopada 19 November 2014 di Istana Negara, setelah sebelumnya menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur sejak 16 Oktoberhingga 19 November 2014[3][4].
Purnama merupakan warga negara Indonesia dari etnis Tionghoa dan pemeluk agama Kristen Protestan pertama yang menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta pernah dijabat oleh pemeluk agama Kristen KatolikHenk Ngantung(Gubernur DKI Jakarta periode 1964-1965).
Basuki pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI dari 2012-2014 mendampingi Joko Widodo sebagai Gubernur. Sebelumnya Basuki merupakan anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat periode 2009-2014 dari Partai Golkar namun mengundurkan diri pada 2012 setelah mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta untuk Pemilukada 2012.[5] Dia pernah pula menjabat sebagai Bupati Belitung Timur periode 2005-2006. Ia merupakan etnis Tionghoa pertama yang menjadi Bupati Kabupaten Belitung Timur.
Pada tahun 2012, ia mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI berpasangan dengan Joko Widodo, wali kota Solo. Basuki juga merupakan kakak kandung dari Basuri Tjahaja PurnamaBupati Kabupaten Belitung Timur (Beltim) periode 2010-2015. Dalam pemilihan gubernur Jakarta 2012, mereka memenangkan pemilu dengan presentase 53,82% suara. Pasangan ini dicalonkan olehPartai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Pada 10 September 2014, Basuki memutuskan keluar dari Gerindra karena perbedaan pendapat pada RUU Pilkada. Partai Gerindra mendukung RUU Pilkada sedangkan Basuki dan beberapa kepala daerah lain memilih untuk menolak RUU Pilkada karena terkesan "membunuh" demokrasi di Indonesia. Basuki melanjutkan jabatannya sebagai Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta tanpa dukungan partai (independen)[6]hingga pun dirinya dilantik sebagai Gubernur DKI pada 19 November 2014.
Pada tanggal 1 Juni 2014, karena Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengambil cuti panjang untuk menjadi calon presiden dalamPemilihan umum Presiden Indonesia 2014, Basuki Tjahaja Purnama resmi menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta. Setelah terpilih pada Pilpres 2014, tanggal 16 Oktober 2014 Joko Widodo resmi mengundurkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Secara otomatis, Basuki menjadi Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta[7].

Latar belakang dan keluarga

Basuki adalah putra pertama dari Alm. Indra Tjahaja Purnama (Tjoeng Kiem Nam) dan Buniarti Ningsing (Boen Nen Tjauw).[1] Ia lahir di Belitung TimurBangka Belitung pada tanggal 29 Juni 1966.[8][1] Basuki memiliki tiga orang adik, yaitu Basuri Tjahaja Purnama (dokter PNS dan Bupati di Kabupaten Belitung Timur), Fifi Lety (praktisi hukum), Harry Basuki (praktisi dan konsultan bidang pariwisata dan perhotelan). Keluarganya adalah keturunan Tionghoa-Indonesia dari suku Hakka (Kejia).
Masa kecil Basuki lebih banyak dihabiskan di Desa Gantung, Kecamatan GantungKabupaten Belitung Timur, hingga selesai menamatkan pendidikan sekolah menengah tingkat pertama.[1] Setamat dari sekolah menengah pertama, ia melanjutkan sekolahnya di Jakarta.[1] Di Jakarta, Basuki menimba ilmu di Universitas Trisakti dengan jurusan Teknik Geologi di Fakultas Teknik Mineral.[1] Selama menempuh pendidikan di Jakarta, Ahok diurus oleh seorang wanita Bugis beragama Islam yang bernama Misribu Andi Baso Amier binti Acca.[9] Setelah lulus dengan gelar Insinyur Geologi, Basuki kembali ke Belitung dan mendirikan CV Panda yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan PT Timah pada tahun 1989.[1]
Basuki menikah dengan Veronica, kelahiran MedanSumatera Utara, dan dikaruniai 3 orang putra-putri bernama Nicholas Sean Purnama, Nathania, dan Daud Albeenner.
Nama panggilan "Ahok" berasal dari ayahnya.[1] Mendiang Indra Tjahja Purnama ingin Basuki menjadi seseorang yang sukses dan memberikan panggilan khusus baginya, yakni "Banhok". Kata "Ban" sendiri berarti puluhan ribu, sementara "Hok" memiliki arti belajar.[1] Bila digabungkan, keduanya bermakna "belajar di segala bidang."[1] Lama kelamaan, panggilan Banhok berubah menjadi Ahok.[1]

Pendidikan

Setelah menamatkan pendidikan sekolah menengah atas, Basuki melanjutkan studinya di jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Trisakti dan mendapatkan gelarInsinyur pada tahun 1990. Basuki menyelesaikan pendidikan magister pada Tahun 1994 dengan gelar Master Manajemen di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya.[10]

Karier bisnis

Pada tahun 1992 Basuki mengawali kiprahnya di dunia bisnis sebagai Direktur PT Nurindra Ekapersada sebagai persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) pada tahun 1995.[11] Pada tahun 1995, Basuki memutuskan berhenti bekerja di PT Simaxindo Primadaya.[11] Ia kemudian mendirikan pabrik di Dusun Burung Mandi, Desa Mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.[11] Pabrik pengolahan pasir kuarsa tersebut adalah yang pertama dibangun di Pulau Belitung, dan memanfaatkan teknologiAmerika dan Jerman.[11] Lokasi pembangunan pabrik ini adalah cikal bakal tumbuhnya kawasan industri dan pelabuhan samudra, dengan nama Kawasan Industri Air Kelik (KIAK).[11]
Pada akhir tahun 2004, seorang investor Korea berhasil diyakinkan untuk membangun Tin Smelter (pengolahan dan pemurnian bijih timah) di KIAK.[11] Investor asing tersebut tertarik dengan konsep yang disepakati untuk menyediakan fasilitas komplek pabrik maupun pergudangan lengkap dengan pelabuhan bertaraf internasional di KIAK.[11]

Kiprah politik


Poster kampanye Jokowi dan Basuki
Pada tahun 2004 Basuki terjun ke dunia politik dan bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) sebagai ketua DPC Partai PIB Kabupaten Belitung Timur. Pada pemilu 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dan terpilih menjadi anggota DPRDKabupaten Belitung Timur periode 2004-2009. Partai PIB adalah partai politik yang didirikan oleh Alm. Sjahrir.

Bupati Belitung Timur

Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Belitung Timur Tahun 2005, Basuki berpasangan dengan Khairul Effendi, B.Sc. dari Partai Nasional Banteng Kemerdekaan (PNBK) ikut sebagai calon Bupati-Wakil Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. Dengan mengantongi suara 37,13 persen pasangan ini terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Belitung Timur definitif pertama. Pasangan Basuki-Khairul ini unggul di Kabupaten Belitung Timur yang menjadi lumbung suara Partai Bulan Bintang (PBB) pada pemilu legislatif tahun 2004 lalu. Basuki kemudian mengajukan pengunduran dirinya pada 11 Desember 2006 untuk maju dalam Pilgub Bangka Belitung 2007. Pada 22 Desember 2006, ia resmi menyerahkan jabatannya kepada wakilnya, Khairul Effendi.
Keputusan mundur dan mewariskan posisi kepada wakil bupati ini di kemudian hari menjadi masalah karena Khairul Effendi memberikan testimoni kekecewaannya kepada Basuki karena meninggalkan janji politik atas Belitung Timur tanpa menyelesaikannya. [12]

Pemilihan Gubernur Bangka Belitung 2007

Di pilkada Gubernur Bangka Belitung tahun 2007, Basuki mengambil bagian menjadi kandidat calon Gubernur. Presiden RI Ke-4 K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mendukung Basuki untuk menjadi Gubernur Bangka Belitung dan ikut berkampanye untuknya. Gus Dur menyatakan bahwa "Ahok sudah melaksanakan program terbaik ketika memimpinKabupaten Belitung Timur dengan membebaskan biaya kesehatan kepada seluruh warganya". Namun dalam pemilihan tersebut ia dikalahkan oleh rivalnya, Eko Maulana Ali.
Pada 2008, ia menulis buku biografi berjudul "Merubah Indonesia".[13]

Anggota DPR RI 2009-2014

Pada tahun 2009, Basuki mencalonkan diri dan terpilih menjadi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Bangka Belitung mewakili Partai Golongan Karya. Ia sukses meraup 119.232 suara[14] dan duduk di Komisi II[15]. Pada tahun 2011, ia membuat kontroversi setelah menyuarakan laporan dan keluhan masyarakat Bangka Belitung yang ditemuinya secara pribadi dalam masa reses. Laporan ini mengenai bahaya pencemaran lingkungan yang ditimbulkan kapal hisap dalam eksploitasi timah. Basuki dianggap menghina pengusaha dari Belitung dan dilaporkan ke Badan Kehormatan DPR oleh Front Pemuda Bangka Belitung (FPB). Ia menyayangkan aksi pelaporan ini karena tidak substansial dengan masalah yang ia bicarakan, yaitu pencemaran lingkungan.[16]
Pada tahun 2010, ia telah menyuarakan pentingnya laporan kekayaan dan pembuktian terbalik bagi calon kepala daerah yang akan mengikuti proses pilkada.[17]

Wakil Gubernur DKI Jakarta


Potret Basuki ketika menjabat wakil gubernur.
Basuki sesungguhnya telah berniat mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta sejak tahun 2011 melalui jalur independen. Ia sempat berusaha mengumpulkan fotocopy kartu tanda penduduk (KTP) untuk bisa memenuhi persyaratan maju menjadi calon independen. Namun pada awal tahun 2012, ia mengaku pesimistis akan memenuhi syarat dukungan dan berpikir untuk menggunakan jalur melalui partai politik.[18]
Pada akhirnya Basuki mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta berpasangan dengan Joko Widodo dalam Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2012. Pasangan Jokowi-Basuki ini mendapat 1.847.157 (42,60%) suara pada putaran pertama, dan 2.472.130 (53,82%) suara pada putaran kedua, mengalahkan pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.[19][20]

Gubernur DKI Jakarta

Sebagai Pelaksana Tugas Gubernur

Selama kampanye Pemilihan umum Presiden Indonesia 2014, Jokowi meletakkan posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Untuk mengisi posisi ini, Basuki mengisi posisi Pejabat (Plt) Gubernur hingga akhirnya Jokowi dilantik sebagai Presiden RI, yang mengharuskannya mundur dan Basuki resmi diangkat sebagai Gubernur sesuai Perpu Pilkada No 1 tahun 2014 pada tanggal 14 November 2014[21] Pada pemilihan presiden tersebut, walaupun Ahok adalah Plt Gubernur dari Jokowi, namun ia mendukung Prabowo Subianto yang merupakan calon presiden lawan dari Jokowi.[22] Bahkan, jika Prabowo menang dalam pemilihan tersebut, Ahok dijanjikan akan dijadikan Menteri Dalam Negeri Indonesia agar dia dapat melakukan reformasi anggaran di semua pemerintah daerah yang ada di seluruh Indonesia.[23]
Selama menjadi Plt Gubernur, ia mewajibkan Gerakan Pungut Sampah Setiap Jumat Pagi, yang meminta 72 ribu PNS DKI di lingkungan Pemprov DKI, anak-anak sekolah di Jakarta, serta pegawai BUMD DKI untuk memungut sampah pada waktu yang ditentukan. Kebijakan ini rencananya bakal tertuang dalam Instruksi Gubernur. [24] Ia juga mengubah sikapnya yang dengan keras menolak pemberian uang kerahiman bagi penyerobot lahan negara yang dulunya diatur dalam SK Gubernur yang telah dicabut, menjadi akan memberikan pemberian uang kerahiman sesuai dengan Perda yang akan diterbitkan. Basuki beralasan pemberian uang kerahiman akan mempermudah proses pemindahan penghuni lahan ilegal ke tempat yang lebih layak.[25] Uang ini diberikan dengan syarat hanya bagi warga yang telah lama menghuni. Besar uang kerahiman ini adalah 25 persen dari NJOP.[26]

Sebagai Gubernur


Basuki Tjahaja Purnama dilantik olehJoko Widodo di Istana Negara.
Pada 14 November 2014, DPRD DKI Jakarta mengumumkan Basuki sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan Joko Widodo yang telah menjadi Presiden Republik Indonesia.[27] Setelah pengumuman ini, DPRD DKI Jakarta mengirimkan surat ke Kementerian Dalam Negeri agar Basuki dilantik menjadi Gubernur.[27] Pengumuman ini dilakukan setelah sebelumnya mendapatkan berbagai tentangan, antara lain dari FPI[28] dan sebagian anggota DPRD DKI Jakarta dari partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih.[29] Front Pembela Islam menolak pengakatan Basuki dengan tiga dasar: (1) Basuki tidak beragama Islam, (2) perilaku Basuki dianggap arogan, kasar, dan tidak bermoral, (3) penolakan umat Islam Jakarta terhadap kepemimpinan Ahok.[28]
Penolakan FPI terhadap Basuki telah berlangsung selama beberapa bulan dan berujung pada bentrokan yang terjadi pada tanggal 3 Oktober 2014.[30] Saat itu, 200 orang massa FPI bentrok dengan petugas kepolisian di depan gedung Dewan Perwakilan Daerah DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.[30] Massa FPI melempar batu seukuran kepalan tangan ke arah polisi yang berjaga di sana, akibatnya 16 polisi terluka—dua di antaranya memar di bagian kepala dan dilarikan ke rumah sakit—dan empat pegawai DKI terkena lemparan batu.[31][30] Massa FPI juga masuk ke dalam gedung DPRD dan mendorong barisan Polisi yang dalam kondisi tidak siap dan tidak menggunakan peralatannya.[30] Setelah berhasil dihalau oleh petugas kepolisian, massa FPI pindah ke depan Balai Kota di Jalan Merdeka Selatan.[30]
Menanggapi demonstrasi yang diwarnai aksi pelemparan batu tersebut, Basuki mengirimkan surat rekomendasi pembubaran FPI kepada Kementerian Hukum dan HAM serta Kementerian Dalam Negeri RI.[32] [33] Basuki meminta kepada kepolisian untuk menemukan dalang intelektual yang membuat massa bertindak anarkistis dalam unjuk rasa 3 Oktober 2014 tersebut.[33] Basuki berpendapatan bahwa meskipiun berorganisasi merupakan hak setiap warga negara, FPI menyalahi undang-undang dengan berlaku anarkistis saat berdemonstrasi.[33] Basuki memperkirakan bahwa aksi anarkistis tersebut direncanakan sebab ditemukan batu dan kotoran sapi yang sulit ditemui di tempat kejadian.[33] Di pihak lain, Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Muhamad Taufik memandang unjuk rasa yang berakhir ricuh terjadi karena kesalahan Basuki yang menjadi akar permasalahan utama kekesalan FPI.[31]
Penolakan juga datang dari anggota DPRD DKI dari Koalisi Merah Putih.[29] Beberapa anggota DPRD DKI dari KMP, yaitu Muhamad Taufik dari fraksi Gerindra, Lulung Lungganadari fraksi PPP, Nasrullah dari fraksi PKS, dan Maman Firmansyah dari fraksi PPP, bahkan turut serta turun ke jalan dan berorasi bersama FPI dan meneriakkan seruan untuk melengserkan Ahok, meskipun beberapa hari sebelumnya FPI melakukan tindakan kekerasan terhadap anggota Kepolisian Republik Indonesia.[34] Puncaknya, seluruh anggota DPRD DKI Jakarta dari Koalisi Merah Putih tidak menghadiri rapat paripurna istimewa DPRD tentang pengumuman Basuki sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 14 November 2014.[29]. Basuki akhirnya resmi dilantik sebagai Gubernur DKI oleh Presiden Jokowi pada 19 November 2014 di Istana Negara. [35]

Penghargaan

Basuki memperoleh penghargaan sebagai Tokoh Anti Korupsi dari unsur penyelenggara negara dari Gerakan Tiga Pilar Kemitraan, yang terdiri dari Masyarakat Transparansi Indonesia, KADIN dan Kementerian Negara Pemberdayaan Aparatur Negara, pada tanggal 1 Februari 2007. Ia dinilai berhasil menekan semangat korupsi pejabat pemerintah daerah, antara lain dengan tindakannya mengalihkan tunjangan bagi pejabat pemerintah untuk kepentingan rakyat, yaitu untuk penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan pendidikan gratis bagi masyarakat Belitung Timur. Ia juga terpilih menjadi salah seorang dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia, yang dipilih oleh Tempo.
Basuki kembali mendapat penghargaan anti korupsi dari Bung Hatta Anti Corruption Award, yang diterimanya pada tanggal 16 Oktober 2013. Ia mendapat penghargaan ini karena usahanya membuka laporan mata anggaran DKI Jakarta untuk dikaji ulang.[36]
Anugerah Seputar Indonesia (ASI) 2013 memberikannya gelar Tokoh Kontroversial.[butuh rujukan]

Kontroversi

Kasus proyek dermaga

Pada bulan April 2009, media memberitakan pemeriksaan Basuki oleh polisi setelah Pemilu untuk kasus proyek dermaga atau Pelabuhan ASDP di Kecamatan Manggar yang diduga bermasalah. Namun polisi menyatakan tidak ingin pemeriksaan ini berakhir dengan pembunuhan karakter oleh media massa. [37] Basuki mengeluarkan bantahan resmi melalui kuasa hukumnya dengan menyatakan bahwa pemerintah daerah hanya bertanggung jawab menyediakan lahan, bukan melaksanakan proyek tersebut. Keterangan Palsu Pada Akta Otentik dan Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin yang diperkarakan ternyata terjadi pada tahun 2007, setelah ia tak lagi menjabat. Basuki menyatakan bahwa ia hanya dipanggil menjadi saksi, bukan tersangka. [38]

Pelarangan pemotongan hewan kurban

Menjelang hari raya Idul Adha 1435 H, muncul isu bahwa pemerintah DKI Jakarta melarang penyembelihan dan penjualan hewan kurban yang merebak saat aksi demonstrasi yang dilakukan massa Front Pembela Islam di depan Gedung DPRD DKI, Jumat, 26 September 2014.[39][40] Basuki sebagai Plt Gubernur DKI Jakarta membantah tuduhan ini dan menyatakan pemerintah DKI Jakarta tidak melarang kurban, tetapi melarang penjualannya di jalur hijau karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.[40]
Isu lain yang berkembang dari demonstrasi yang sama adalah isu pelarangan pemotongan hewan kurban di sekolah-sekolah.[39] Basis dari isu ini [39] adalah Ingub Nomor 67 tahun 2014, yang berisi:[41]
Mengatur dan mengendalikan lokasi pemotongan hewan kurban di sekolah, meliputi:
  1. Melarang kegiatan pemotongan hewan korban di lokasi sekolah pendidikan dasar.
  2. Membuat instruksi kepada-kepala bidang sekolah dasar agar menyelenggarakan pemotongan hewan ruminantia (RPH-R) Cakung dan Pulogadung Jakarta Timur, dan;
  3. Menetapkan tempat pemotongan hewan kurban di Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas berdasarkan standar minimal tempat pemotongan hewan kurban dan juru sembelih halal.
Organisasi massa Islam seperti FPIMuhammadiyah dan Nahdlatul Ulama serta Majelis Ulama Indonesia menentang instruksi ini dengan alasan kurban dapat menjadi bahan pelajaran untuk anak-anak.[41] Menanggapi isu ini, pemerintah DKI Jakarta membantah dan memberikan keterangan tambahan dengan menyatakan bahwa instruksi hanya berlaku untuk Sekolah Dasar, tidak untuk semua sekolah (SMP dan SMA dipersilakan).[39] Instruksi ini dikeluarkan karena ada masukan dari beberapa Kepala Sekolah Dasar yang khawatir kurban dapat mengganggu psikologis siswa.[40][39] Pemerintah DKI Jakarta juga menambahkan tidak akan memberikan hukuman apa pun bila ada Sekolah Dasar yang menyelenggarakan kurban di sekolahnya, namun mengharuskan hewan kurban tersebut diperiksa terlebih dahulu kesehatannya baik saat di penampungan maupun di tempat pemotongan.[39]

http://asikqq.org/?ref=671402

0 komentar:

Copyright © 2013 Seputar informasi dan berita yang lainnya